Pemuda asal Jember itu memandang dengan tatapan pilu kepada beberapa orang nelayan yang sedang berbincang di sebuah warung. Terkesan tanpa sengaja, tetapi Hendra yakin itu bukan sebuah kebetulan.
Langkahnya hari itu adalah atas izin Allah Swt. Ia terpilih untuk mendengarkan isi perbincangan yang terdengar seperti berbagi keluh-kesah. Hendra bisa mendengar dengan jelas bahwa para nelayan di Situbondo ini telah kehilangan pekerjaan dari budi daya ikan kerapu.
Hendra mencari sejumlah referensi terkait isu yang tengah diperbincangkan. Hasilnya, ia melihat potensi budi daya lobster di Indonesia yang belum tergarap dengan maksimal. Jika sudah digarap pun, nelayan masih menemui sejumlah kendala. Keresahan para nelayan menular cepat, sehingga Hendra merasa perlu untuk mengambil langkah tepat.
Potensi Lobster di Indonesia
Dilihat dari bentuknya, lobster memiliki ukuran lebih besar dibandingkan udang. Bahkan, beberapa jenis lobster, dapat tumbuh hingga lebih satu meter. Secara usia, lobster juga memiliki umur lebih panjang dibandingkan udang. Lobster dapat ditemukan di dasar laut dalam celah atau liang.
Komoditas lobster diyakini memiliki nilai ekonomis penting, sehingga dapat bersaing dengan komoditas andalan perikanan lainnya, seperti udang. Kementerian Kelautan dan Perikanan bahkan telah menetapkan lobster sebagai salah satu komoditas utama yang memiliki peluang pengembangan, baik dalam rangka memenuhi permintaan dalam negeri maupun peningkatan ekspor produk perikanan nasional.
Pengembangan tersebut didukung oleh aktivitas budi daya yang terintegrasi, dimulai dari pembenihan (breeding), pemeliharaan (culturing), dan pemanenan (harvesting).
Meningkatnya permintaan lobster di dunia turut berpengaruh pada jumlah ekspor lobster Indonesia selama periode tahun 2017-2022. Bahkan, pada tahun 2021, Indonesia berada pada posisi ke-8 sebagai produsen lobster utama dunia dengan volume produksi mencapai 7,0 ribu ton atau setara dengan 2,2%.
Melihat Peluang, Hendra Kembangkan Lobstech
Satukan Gerak, Terus Berdampak. Selama dua tahun penelitian, Hendra dan rekannya mencoba mengembangkan Lobstech, sebuah kotak sensor berbasis Internet of Things (IOT) yang memiliki kemampuan untuk mengontrol kualitas air. Cara kerjanya, kotak itu ditaruh di dalam keramba, lalu disambungkan menuju aplikasi Lobstech yang terdapat di komputer Hendra.
Selain komputer, para nelayan bisa memantau kerja aplikasi Lobstech di telepon genggam mereka masing-masing. Pelan menuju pasti, dengan bantuan teknologi Lobstech berbasis IOT, produksi lobster bisa meningkat 50 persen.
Waktu pembesaran lobster bisa dihemat setengahnya, menjadi 3 bulan untuk sekali panen. Beratnya pun bertambah, karena dengan sistem itu, berat 100 gram bisa didapat dalam waktu 1 bulan dari sebelumnya sekitar 8-10 bulan.
Apa yang Hendra lakukan tidaklah semulus harapan. Awalnya, hanya beberapa orang nelayan yang bersedia bekerja sama dengan Hendra. Setelah mengetahui bahwa sistem sensor yang dibuat bisa mempercepat pertumbuhan lobster, para nelayan pun berbondong-bondong mendaftar dan bekerja sama.
Kini, Hendra sedang melakukan penjajakan dengan sebuah perusahaan dari Jerman untuk mengembangkan sensor yang tingkat akurasinya lebih tinggi. Besar harapan Hendra dan rekannya bahwa pada masa yang akan datang, teknologi Lobstech sudah dipakai oleh nelayan maupun pembudidaya lobster di seluruh Indonesia.
Untuk mewujudkan cita-cita itu, Hendra dan rekannya mengatakan bahwa sistem teknologi Lobstech akan lebih ditingkatkan, sehingga kelak bisa menyesuaikan dengan kondisi perairan laut di seluruh Indonesia.
Berkat usaha Hendra dan rekannya, pada 2021 ia berhasil menjadi salah seorang penerima apresiasi SATU Indonesia Awards bidang teknologi dari Jawa Timur dengan judul kegiatan Pemberdaya Nelayan dengan Lobstech melalui Penerapan Teknologi Berbasis IOT. (*)
Sumber:
- Akun Instagram @lobstech.id
- Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. 2023. Profil Pasar Lobster. Diakses pada 27 Oktober 2025.
- E-Booklet 15th SIA 2024
- Paino, C. 2025. Udang dan Lobster, Kenali Perbedaan Krustasea Ini https://mongabay.co.id/2025/03/20/udang-dan-lobster-kenali-perbedaan-krustasea-ini/. Diakses pada 27 Oktober 2025.




Post a Comment
Post a Comment